Workshop Etno-STEM dan Lesson Study Tingkatkan Kualitas Pembelajaran IPA di UMC

Cirebon – Program Studi Pendidikan IPA Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) terus berupaya meningkatkan mutu pembelajaran melalui kegiatan Workshop Etno-STEM dan Lesson Study yang dilaksanakan pada Juni 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2024 dengan tujuan utama memperkuat kualitas pembelajaran dan pengembangan laboratorium.

Workshop ini terbagi menjadi dua tema utama, yaitu Peningkatan Kualitas Pembelajaran berbasis Lesson Study yang berlangsung pada 8–9 Juni 2024 di MD7 Hotel Cirebon, serta Workshop Peningkatan Kualitas Pembelajaran berbasis Etno-STEM yang diadakan pada 24–25 Juni 2024 di Hotel Cordela Cirebon. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen Program Studi Pendidikan IPA serta perwakilan dari setiap program studi di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMC.

Kegiatan menghadirkan narasumber ahli, antara lain Dr. Arif Hidayat (Ketua Center for Excellence of Lesson and Studies UPI) dan Prof. Dr. Sudarmin, M.Si (Dosen S3 Pendidikan IPA FMIPA UNNES), yang berbagi pengalaman mengenai implementasi lesson study dan pembelajaran berbasis ethno-STEM—pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran sains dan teknologi.

Salah satu luaran utama kegiatan ini adalah penyusunan draft Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan modul ajar berbasis lesson study dan etno-STEM, yang nantinya akan diimplementasikan dalam perkuliahan semester ganjil 2024/2025. Selain itu, hasil pengembangan ini juga akan diajukan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan diseminasi di tingkat fakultas sebagai contoh praktik pembelajaran inovatif.

Menurut PIC kegiatan, Nurwanti Fatnah, M.Si, workshop ini tidak hanya meningkatkan kompetensi dosen dalam merancang pembelajaran kolaboratif dan kontekstual, tetapi juga mendorong integrasi kearifan lokal dalam pengajaran sains. “Pendekatan etno-STEM membuat pembelajaran lebih bermakna karena mengaitkan konsep sains dengan budaya dan kehidupan masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Dampak kegiatan ini dirasakan tidak hanya pada peningkatan kualitas pengajaran, tetapi juga membuka peluang penelitian dan pengabdian masyarakat berbasis kearifan lokal di wilayah Cirebon. Kolaborasi antardosen dari berbagai prodi menjadi salah satu praktik baik (good practice) yang dihasilkan, diharapkan dapat diterapkan secara lebih luas di lingkungan FKIP UMC.

Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, workshop ini menjadi langkah nyata Program Studi Pendidikan IPA UMC dalam menciptakan pembelajaran yang relevan, kontekstual, dan berdaya saing tinggi di era Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).